EKO TEGUH PARIPURNO: SETIAP ORANG HARUS JADI AGEN PENGURANG RISIKO (II)

Bicara soal sosok yang memberinya pengaruh sejak kecil, Eko mengaku tidak sangat mengidolakan orang tua atau kakek-neneknya. Ia menaruh rasa kagum yang wajar pada mereka. Eko yang suka baca justru mengidolakan dua sosok yang tidak pernah ia temui secara langsung. Pertama adalah Mahatma Gandhi. Dari kisah hidup Gandhi ia belajar filosofi Ahimsa, yakni berjuang melakukan perubahan tanpa kekerasan, melawan dengan kelembutan. Ia juga mengidolakan RMP Sosrokartono, kakak kandung dari tokoh emansipasi wanita, RA Kartini. “Dia gak ngetop, gak sepopuler Kartini. Dia yang menciptakan jargon 'sugih tanpa banda (kata tanpa harta), digdaya tanpa aji (sakti tanpa jimat), ngluruk tanpa bala (menyerbu tanpa pasukan), menang tanpa ngasorake (menang tanpa merendahkan).' Aku benar-benar suka sama Sosrokartono dan Gandhi. Dua tokoh itu yang menjadi idolaku.”, tutur Eko.

Advertisements