Amilia Agustin: Ratu Sampah Sekolah

Ratu Sampah Sekolah, begitu ia dijuluki. Perempuan kelahiran Bandung, 20 April 1996 ini adalah contoh generasi muda yang semangat berkarya untuk perubahan, mendedikasikan diri bagi masyarakat melalui gerakan peduli lingkungan. Bagi Amilia Agustin, merawat lingkungan bukanlah monopoli orang dewasa. Berawal dari kegelisahannya melihat onggokan sampah di lingkungan sekolah, Ami, begitu ia biasa disapa, terdorong membentuk komunitas yang mengelola sampah, lewat program “Go to Zero Waste School.” Program Go to Zero Waste School, dibagi dalam empat bidang pengelolaan sampah, yaitu pengelolaan sampah anorganik, pengelolaan sampah organik, pengelolaan sampah tetrapak, dan pengelolaan sampah kertas. Dari empat cara pengelolaan sampah itu, Ami dan komunitasnya bisa membuat tas dan pupuk kompos. Ami memulai karya perubahan ini pada usia sangat muda, 12 tahun, ketika masih duduk di kelas 2 SMP. Ami adalah sosok generasi muda yang patut menjadi teladan bagi kita dan anak-anak kita. Meski muda belia, ia telah mempunyai visi jauh ke depan, dan beraksi nyata demi penyelamatan bumi. Tak heran, pada tahun 2009, Ashoka Indonesia memilihnya sebagai salah satu Young Changemaker. Ami juga menerima penghargaan Satu Indonesia Awards pada 2010. Ia layak menjadi inspirasi bagi semua, terutama anak muda.

Advertisements

LENDO NOVO: PENDIRI SEKOLAH ALAM, PENGGAGAS SOBAT BUMI (Bagian II)

Sejak 2011 hingga 2016, gerakan SobatBumi telah berhasil menabung 105 juta pohon, mengembangkan 300 lebih sekolah SobatBumi, memberi beasiswa bagi mahasiswa yang menjadi aktivis lingkungan, memberi bantuan biaya untuk puluhan peneliti yang fokus pada upaya membangun kehidupan ramah lingkungan, menyusun buku panduan arsitektur ramah lingkungan, menyiapkan akademi tabung pohon, serta merancang 3 kebun raya (biodiversity centre) yang bekerjasama dengan perguruan tinggi, dan pemerintah.

LENDO NOVO: PENDIRI SEKOLAH ALAM, PENGGAGAS SOBAT BUMI (Bagian I)

Sejak kecil ia dilabeli stigma sebagai anak badung. Tumbuh dewasa mengakrabi dunia pergerakan hingga membuatnya masuk penjara. Kini namanya kesohor sebagai penggagas konsep Sekolah Alam (school of universe), pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai iman, ilmu pengetahuan, berlandas rasa cinta pada alam semesta dan kehidupan. “Kita tidak sekadar membangun sekolah tetapi kita sedang membangun peradaban”, demikian Ashoka Fellow Lendo Novo menegaskan motto Sekolah Alam yang didirikannya sejak 2004 silam.