NUROKHIM: MELAYANI YANG TAK TERLAYANI

Sejak tahun 2000, Nurokhim mendirikan Sekolah Master Indonesia sebagai sandaran bagi kaum dhuafa dan anak jalanan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Awalnya, Nurokhim menggelar kegiatan belajar di Masjid Terminal Depok, yang menjadi cikal bakal nama sekolah ini. Kini, Sekolah Master berdiri di lahan seluas 6000 meter persegi dari jenjang TK sampai SMA. Ada sekitar 3000 siswa saat ini. Mereka adalah anak jalanan yang kerap berkeliaran di terminal. Semuanya bersekolah gratis tanpa biaya. “Di sini selain sekolah, juga jadi rumah, tempat orang mencari suaka perlindungan, semacam negara dalam negara. Ada anak-anak sampai yang punya anak pun masih sekolah. Mereka sekolah di malam hari, walaupun usia mereka seharusnya sudah di perguruan tinggi. Saya bikinkan asrama. Mereka cuma anak tukang bangunan, sopir, kenek, tukang ojek, pedangan asongan dan lain-lain. Bicara anak-anak pasti bicara hak sipil, pengakuan identitas. Anak jalanan ini seperti orang asing dalam negerinya sendiri. Sementara di luar negeri, kucing, anjing ada barcodenya, di sini anak-anak tidak ada identitas, tak jelas asal-usulnya. Kita advokasi, pendampingan hak-hak sipil. Di sini harusnya ada perpanjangan tangan dinas sosial, dinas pendidikan, dinas kependudukan, sehingga anak-anak ini terselamatkan dari jurang kehancuran”, tutur Nurokhim.

Advertisements