GAMAL ALBINSAID: DOKTER MUDA BERUPAH SAMPAH

Ketika masih menjadi mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya, Gamal Albinsaid mendengar berita pilu tentang seorang anak berusia 3 tahun, yang meninggal di atas tumpukan sampah. Khairunnisa atau Nisa, demikian nama bocah itu, menderita diare. Sang Ayah yang seorang pemulung tidak dapat membawanya berobat ke rumah sakit. Karena kekurangan biaya, Nisa hanya mendapat pengobatan seadanya. Nahas, bocah itu akhirnya meregang nyawa karena tak kuat melawan diare yang dideritanya. Kisah tragis Khairunnisa memberi kesan mendalam bagi Gamal Albinsaid, dan kelak menjadi inspirasinya untuk peduli membantu kaum miskin yang tidak dapat mengakses pengobatan layak. Pemuda 27 tahun, asal Malang, Jawa Timur ini, kini dikenal luas hingga mancanegara sebagai dokter sampah. Melalui klinik asuransi sampah yang didirikannya, Gamal memberi layanan pengobatan gratis kepada kaum miskin yang hanya membayarnya dengan sampah. Gagasan cemerlang Gamal membuat mata dunia terharu. Tahun 2012, Gamal terpilih sebagai pemuda pembaharu (Young Changemaker) oleh Ashoka (organisasi kewirausahaan sosial global). Dua tahun berselang, Gamal diganjar penghargaan Suistainable Living Youth Entrepeneurs dari Kerajaan Inggris pada awal 2014. Gamal menjadi juara pertama, menyisihkan 510 peserta dari 90 negara. Ia terbang ke London dan bertemu muka langsung dengan Pangeran Charles.