Ara Kusuma: Yang Muda Yang Membangun Desa

Salam kenal dari seorang gadis cerdas, changemaker muda asal Salatiga, Jawa Tengah, namanya Kusuma Dyah Sekararum, biasa disapa Ara Kusuma. Di saat anak-anak seusianya lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk bermain, sejak satu dekade lalu, Ara telah berpikir dan bertindak jauh melampaui usia fisiknya. Ia mengembangkan program desa berbasis home industry dengan memberdayakan potensi desa setempat. Pada usia 10 tahun, Ara berkolaborasi dengan warga Desa Sukorejo, sebuah sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengembangkan konsep incorporated village dengan memanfaatkan seluruh potensi sapi untuk meningkatkan perekonomian warganya. Inisiatif bernama Moo’s Project ini berfokus mengolah semua potensi ekonomi yang ada pada sapi mulai dari susu sapi, daging sapi, kotoran sapi, urine sapi, pengolahan biogas, serta agrowisata dan penghijauan. Inisiatif ini membuat Ara dikenal luas dan mengantarkannya menjadi salah satu anggota termuda dalam jaringan Young Changemaker yang digagas Ashoka, sebuah organisasi kewirausahaan sosial global. Ashoka memilih Ara sebagai Young Changemaker pada tahun 2008, ketika usianya belum genap 11 tahun.

Advertisements

Amilia Agustin: Ratu Sampah Sekolah

Ratu Sampah Sekolah, begitu ia dijuluki. Perempuan kelahiran Bandung, 20 April 1996 ini adalah contoh generasi muda yang semangat berkarya untuk perubahan, mendedikasikan diri bagi masyarakat melalui gerakan peduli lingkungan. Bagi Amilia Agustin, merawat lingkungan bukanlah monopoli orang dewasa. Berawal dari kegelisahannya melihat onggokan sampah di lingkungan sekolah, Ami, begitu ia biasa disapa, terdorong membentuk komunitas yang mengelola sampah, lewat program “Go to Zero Waste School.” Program Go to Zero Waste School, dibagi dalam empat bidang pengelolaan sampah, yaitu pengelolaan sampah anorganik, pengelolaan sampah organik, pengelolaan sampah tetrapak, dan pengelolaan sampah kertas. Dari empat cara pengelolaan sampah itu, Ami dan komunitasnya bisa membuat tas dan pupuk kompos. Ami memulai karya perubahan ini pada usia sangat muda, 12 tahun, ketika masih duduk di kelas 2 SMP. Ami adalah sosok generasi muda yang patut menjadi teladan bagi kita dan anak-anak kita. Meski muda belia, ia telah mempunyai visi jauh ke depan, dan beraksi nyata demi penyelamatan bumi. Tak heran, pada tahun 2009, Ashoka Indonesia memilihnya sebagai salah satu Young Changemaker. Ami juga menerima penghargaan Satu Indonesia Awards pada 2010. Ia layak menjadi inspirasi bagi semua, terutama anak muda.