IRFAN AMALI: MANIFESTASI INDONESIA DAMAI

Bagaimana cara membuat anak-anak muda memandang perdamaian sebagai sesuatu yang “asyik”, kemudian memilih menjadikannya gaya hidup? Tanyakan resepnya pada Irfan Amali, tokoh muda yang berkarya menyebarkan nilai perdamaian. Sejak 2007 silam, CEO di Penerbit Mizan ini merintis organisasi perdamaian bernama Peace Generation. Melalui lembaga ini, Irfan berjuang mempromosikan perdamaian dengan cara-cara kreatif seperti melalui permainan, ilustrasi dan buku, film, pelatihan, camping hingga konser musik. ”Cita-cita saya, melahirkan ribuan anak yang menjadi peacemaker, agen perdamaian, generasi damai di Indonesia,” tutur Irfan. Sejarah Peace Generation berawal dari pertemuan Irfan dengan seorang bule asal Amerika bernama Eric Lincoln pada tahun 2006. Saat itu Eric menjadi guru Bahasa Inggris di kantor penerbit Mizan, sementara Irfan adalah salah satu siswanya. Meski berbeda negara, Eric dan Irfan memiliki banyak persamaan. Eric lahir di keluarga Kristen yang taat, begitupun Irfan tumbuh dalam keluarga Muslim yang relijius. Eric dan Irfan sama-sama yakin bahwa agama mengajarkan perdamaian. Sejak saat itulah keduanya menjadi sahabat. Mereka bekerja sama membuat model pendidikan perdamaian interaktif pertama di Indonesia. Di bawah bendera Peace Generation, mereka menginisiasi banyak program untuk mengampanyekan nilai perdamaian, melahirkan ribuan agent of peace, serta menumbuhkan banyak sekolah welas asih atau compassionate schools.

Advertisements